Tampilkan postingan dengan label pekan seni pelajar 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pekan seni pelajar 2013. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Rangda

Dalam proses RANGDA
Dmulai dari awal latihan, kami semua merasakan banyak perubahan tidak seperti drama calon arang yang sebelumnya, drama calon arang ini untuk Pekan Seni Pelajar 2013 yang di adakan di SMKN 5 Surabaya. Banyak yang telah di lalui dari proses ini,,, mulai dari pemain yang satu persatu jatuh sakit, tpi untunglah sakit itu tidak bertahan lama,, banyak pesan-pesan juga yg terucapkan maupun tersiratkan dari pelatih kami. Dalam proses ini kami semua belajar untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan banyak lagi pelajaran yang kami dapatkan. 4 pesan dari salah satu pelatih kami yaitu :
1.      Kita harus enjoy dalam bermain
2.      Kita harus bersabar dalam bermain
3.      Kita harus ikhlas dalam bermain
4.      Kita harus tuma’ninah juga dalam bermain ^_^

Sampai pada hari H-1 nya, pemberangkatan dari jombang d jadwalkan pukul 14.00 WIB, tetapi molor hingga pukul 16.00. kami berangkat dengan hati bahagia campur deg-deg an, tiba di camp kami di SMAN 16 Surabaya pukul 19.00 WIB, sebelum berangkat untuk blocking panggung, kami di persilahkan utuk makan malam dahulu,, pukul 21.00 kita berangkat ke SMKN 5 untuk blocking panggung dan selesai pada pukul 22.30 kami kembali ke SMAN 16 untuk beristirahat. Keesokan harinya setelah sarapan pagi, kami bergegas untuk menyajikan drama kami di SMKN 5 Surabaya, Kab. Jombang mendapat urutan 31, jadi kami tampil pada sore hari,, setelah tampil kami di perbolehkan untuk istirahat sejenak sembari menunggu pengumuman hasil Pekan Seni Pelajar Teater 2013,,, dan inilah hasilnya
-5 (Lima) Penyaji Terbaik Non Rangking
  31 “Rangda” – Kab. Jombang – Bambang Irawan
 17 “Sarip Tambakoso” - Kab. Sidoarjo - Meddi Sucahyo Wicaksono
 30 “Bermana Kembar” - Kab. Bojonegoro - Hendro Lukito
 09 “Asal Mula Kali Mewek” - Kota Malang - Eka Wijayanti
 16 “Dedongkrekan” - Kota Madiun - Silo-silo
-5 (Lima) Penyaji Harapan Non Rangking
 11 “Sang Hyang Naga Besuki” - Kab. Bondowoso - Imam Hariyanto
 18 “Roro Jonggrang” - Kab. Lamongan - Cyndhika Putri AT
 38 “Ibu Bumi, Ayah Matahari” - Kab. Gresik - Bambang Hermanto
 35 “Cindelaras” - Kab. Tuban - Wahyu Angga R
 21 “Sakral” – Kota Blitar - Riko Elly Hendrawan
-5 (Lima) Sutradara Terbaik Non Rangking
 31 - Bambang Irawan “Rangda” - Kab. Jombang
 17 - Meddi Sucahyo Wicaksono “Sarip Tambakoso” - Kab. Sidoarjo
 30 - Hendro Lukito “Bermana Kembar” - Kab. Bojonegoro
 09 - Eka Wijayanti “Asal Mula Kali Mewek” - Kota Malang
 16 - Silo-silo “Dedongkrekan” - Kota Madiun
Cukup memuaskan bagi kami, tidak sia-sia kami latihan pagi pulang sore, tetapi itu semua masih kurang,
Ini daftar semua kru yg ada di proses Calon Arang

Naskah            : Bambang Bee Irawan
Sutradara         : Bambang Bee Irawan
Astrada            : Sigit Yitmono Aji
Penata Musik   : Cak Pur
Penata Rias      : Edi Harsoyo



Calon Arang                  : Matahari Adihapsari SB
Ratna Manggali             : Intan Dian Novita F
Mpu Bharada                : Dhanang Putra SK
Surida                           : Diyan Wahyu Amaliya
Duma                            : Khamidia Hilmia A
Rangda                         : Alfano Putra G
Orang 1                        : Anxy Yudhatama Gozuan
Orang 2                        : M Ilham Hidayat
Orang 3                        : Wahyu Intan Pratama
Orang 4                        : M Alfa Rizal
Orang 5                        : Luthfi A A
Orang 6                        : Rahma R
Orang 7                        : Naufal  Zulfikar P























Wadtera For Pekan Seni Pelajar 2013

dalam cerita “Rangda” oleh Bambang Irawan,,,,

Suatu masa hiduplah janda bengis penganut durga dari desa  Girah yaitu Calon Arang. Dan pada suatu ketika ia menyebarkan tulah ke seluruh pelosok negeri.  Semua orang sangat ketakutan, mencari tempat berlindung, tetapi apalah gunanya toh seluruh negeri telah terlanda wabah. Lain cerita, Ratna Manggali putri Calon Arang meminta sang Biang untuk menghentikan petaka yg ia sebarkan, namun sang Biang tak juga menuruti kemauan putrinya, tetapi tanpa sepengetahuan Biangnya, Ratna Manggali telah mengambil Kitab Hitam milik Biangnya untuk di serahkan kepada Mpu Bahuela yang tak lain adalah suaminya, dan juga akan d berikan kepada Mpu Bharada guru dari Mpu Bahuela. Calon arang pun mencari – cari dimana Kitab Hitam miliknya, dia pun telah mengira bahwa yg mencuri Kitab nya adalah Ratna Manggali, dan akhirnya datanglah Mpu Bharada datang dan mengakui bahwa dia telah mengambil Kitab Hitam milik Calon Arang, pertempuran sengit pun terjadi antara Mpu Bharada dan Calon Arang. Akhirnya pun janda Girah Calon Arang kalah dalam pertempuran itu, meninggalkan luka mendalam pada diri Ratna Manggali yang telah mengambil Kitab Hitam milik Biangnya, tak lama setelah itu Ratna Manggali pun menyusul Biangnya.


“ Belum sampai lah tiang berbalas budi, tapi tiang sedurhaka ini, ampunilah tiang biang “-Ratna Manggali